Mudik Lebaran ala Pemain Sepakbola

Libur lebaran Gonzales dan istri

Setelah selesai menjalankan ibadah puasa ramadhan, umar muslim di seluruh dunia kini merayakan Hari Raya Idul Fitri. Idul Fitri (atau biasa disebut lebaran oleh orang-orang Indonesia) merupakan momen dimana umat muslim di seluruh dunia kembali fitrah. Tanpa memandang apa profesinya, semua orang kembali fitrah di hari yang fitri ini. Hal ini pun juga berlaku bagi para pemain sepakbola.

[caption id="attachment_23" align="alignnone" width="960"]Cristian Gonzales merayakan lebaran tahun ini Cristian Gonzales merayakan lebaran tahun ini[/caption]

Sebagai negara dengan persentase umat muslim tertinggi di dunia, Lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat Indonesia. Tidak seperti di Liga Inggris sana, Liga 1 Gojek Traveloka lebih banyak menyesuaikan dengan kondisi ramadhan kala itu. Para pemain Liga 1 pun bisa dengan tenang melaksanakan ibadah puasa ramadhan dan juga merayakan hari raya idul fitri.

Mudik merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia. Para pemain sepakbola banyak yang melakukannya. Seiring dengan banyaknya pemain asing, tradisi mudik ini pun turut mereka lakukan. Ada yang berkunjung ke rumah kerabat sang istri yang kebetulan WNI seperti Cristian Gonzales. Namun ada juga yang benar-benar pulang ke kampung halamanya, seperti Mohammed Sissoko.

Lebaran, Gonzales Kehabisan Tiket Pesawat

Libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H ini dimanfaatkan pemain Arema Malang, Cristian Gonzales untuk liburan bersama keluarga. Berniat untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga, Gonzales bersama sang istri dan anaknya memutuskan untuk liburan di Bali. Namun masalah justru datang ketika masa liburan mereka selesai, keluarga Gonzales kehabisan tiket pesawat dari Bali menuju Malang dan Surabaya.

[caption id="attachment_24" align="alignnone" width="960"]Libur lebaran Gonzales dan istri Libur lebaran Gonzales dan istri[/caption]

“Sekarang masih bingung, kita kehabisan tiket untuk pulang. Tiket ke Surabaya dan Malang sudah ludessemua. Adanya tiket ke Jakarta dan Yogyakarta dulu. Setelah itu ke Surabaya atau Malang. Jadi nye perjalanan lebih jauh, muter. Gonzales juga ingin segera kembali. Jadi dia gak peduli meski lewat jalur darat dengan waktu yang lebih lama dan kena arus balik.” terang manajer sekaligus sang istri, Eva Siregar.

Akhirnya untuk mengantisipasi terlambatnya El Loco ke markas Singo Edan, mereka memilih untuk kembali ke Malang dengan jalur darat.. Sebuah perjalanan panjang, selama 12 jam bakal ditempuh dengan minibus untuk sekeluarga. Belum lagi jika terjebak macet dalam arus balik Lebaran. Akibatnya, penyerang berjulukan El Loco ini absen dalam latihan perdana Arema pasca Lebaran.

Menjaga Kesehatan Bagi Pemudik Menggunakan Jalur Darat

[caption id="attachment_25" align="alignnone" width="960"]Kehabisan tiket, El Loco pilih lewat jalur darat Kehabisan tiket, El Loco pilih lewat jalur darat[/caption]
  • Kondisi Mobil
    Kondisi jalan tol baru masih belum terlalu baik untuk kecepatan tinggi. Untuk itu, pastikan kondisi mobil baik, mulai dari mesin, lampu, hingga pendingin udara. Tol baru belum memiliki fasilitas untuk pengisian bensin di rest area. Untuk itu, pastikan bensin penuh sebelum Anda memasuki tol baru.
  • Makanan
    Karena faktor rest area yang belum ada, pastikan Anda membawa bekal makanan yang cukup ketika masuk tol baru. Perut kosong akan membuat konsentrasi mengemudi jadi menurun. Dengan pasokan makanan yang cukup, maka pengemudi dan penumpang dapat mengisi perut, sehingga konsentrasi tetap terjaga.
  • Konsentrasi
    Tidak mulus dan ada beberapa bagian yang belum selesai, kita dituntut untuk berkonstentrasi sepanjang perjalanan. Apalagi beberapa rambu-rambu, merupakan rambu darurat yang dipasang demi kemudahan perjalanan untuk sementara. Tetap berhati-hati sebab ada keluarga di rumah menunggu anda.
  • Obat-Obatan
    Karena penyakit bisa menyerang kapan saja, pastikan untuk membawa obat yang akan dibutuhkan di perjalanan. Obat-obatan seperti obat mabok perjalanan, pusing, dan masalah pencernaan sangat dibutuhkan. Sebab kita tidak bisa menebak kondisi yang terjadi di perjalanan.