Rayakan Idul Fitri, Kante Terima Parcel

Kante merayakan Idul Fitri di Paris

Saat ini, jumlah pemain muslim yang bermain di Liga Inggris bisa dibilang cukup banyak. Jika dahulu paling hanya satu atau dua orang pemain muslim dalam satu tim, kini jumlah mereka bisa lebih dari ituu dalam satu klub. Salah satu contoh klub yang memiliki jumlah pemain muslim cukup banyak yaitu juara musim lalu, Chelsea.

[caption id="attachment_28" align="alignnone" width="960"]N'Golo Kante merayakan Idul Fitri N’Golo Kante merayakan Idul Fitri[/caption]

Chelsea memiliki sejumlah pemain muslim dan salah satunya sangat berpengaruh dalam keberhasilan The Blues meraih trofi musim lalu. Adalah N’Golo Kante, gelandang powerfull yang diboyong Si London Biru dari juara Premier League 2015-2016, Leicester City. Kala itu Kante juga sangat berkontribusi bagi kesuksesan The Foxes.

Sebelum meraih sukses bersama Leicester, tidak banyak yang mengenal sosok Kante. Kini siapa sangka Kante yang ternyata seorang muslim berhasil menjadi pemain terbaik Liga Inggris musim lalu. Dalam menjalani libur akhir musim, Kante memilih untuk pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Memang banyak pemain muslim liga inggris yang memilih untuk pulang berkumpul bersama keluarga besar mereka di lebaran tahun ini. Hal ini disebabkan karena momennya bertepatan dengan libur akhir musim dari kompetis Liga Premier Inggris. Bahkan Pogba memutuskan untuk umrah ke tanah suci mekah.

Lebaran Paling Berkesan Bagi Kante

Idul Fitri tahun ini bisa dibilang merupakan momen yang sangat berkesan bagi gelandang berusia 26 tahun tersebut. Sebab selain bisa berkumpul bersama keluarga, Kante juga berhasil menutup musim ini dengan sangat indah bersama Chelsea. Sang pemain berhasil membawa The Blues menjadi juara musim ini.

[caption id="attachment_29" align="alignnone" width="960"]Kante merayakan Idul Fitri di Paris Kante merayakan Idul Fitri di Paris[/caption]

Tidak hanya itu, bahkan Kante juga berhasil memboyon sejumlah gelar individu, seperti Pemain Terbaik Liga Inggris musim ini. Kesuksesan ini sangat berarti bagi Kante, sebab dia berhasil membuktikan bahwa dirinya berhasil menjadi pemain bintang di kompetisi paling keras di Eropa.

Kante sejak dulu memang terkenal dengan kesederhanaan nya. Bahkan sejak dirinya tiba di The King Power Stadium (Stadion Leicester), dirinya  tidak memiliki mobil. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan Gokhan Inler maupun Daniel Simpson dengan tunggangan Ferrari dan Lamborghininya.

Tapi justru hal itu lah yang membuat pemain berkebangsaan Perancis ini bisa fokus 100% dalam karirnya. Terbukti dirinya berhasil menjuarai Premier League dua kali beruntun meski bersama dua klub berbeda (Leicester dan Chelsea). Merupakan sosok yang patut diteladani sebagai seorang pemain muslim di eropa.

Pulang Kampung, Kante Dapat Bingkisan Parcel

[caption id="attachment_30" align="alignnone" width="960"]Idul Fitri, Kante menerima bingkisan parcel Idul Fitri, Kante menerima bingkisan parcel[/caption]

Pulang ke kampung halaman nya di Paris, Perancis, Kante mendapatkan kejutan dari para rekan setimnya. Pemain bernomor punggung 7 tersebut menerima bingkisan parcel dari para pemain The Blues. Entah apakah rekannya tersebut sekedar ingin mengucapkan selamat lebaran atau lainnya.

Akan tetapi jika melihat ke belakang seperti apa performa Kante musim lalu, rasanya kiriman parcel tersebut merupakan tanda terima kasih kepada sang pemain. Peran Kante di lini tengah Skuad London Biru memang sangat vital musim lalu.

Ditanyakan kepada rekan satu tim Kante di Chelsea, David Luiz, sang pemain mengatakan bahwa Kante termasuk sosok pemain yang menakutkan. Namun menakutkan dalam arti positif tentu nya. Pemain bertahan tersebut mengakui bahwa sosok seperti Kante membuat nyali para pemain lawan ciut.

“Memiliki dia (Kante) amat luar biasa. Dia sudah banyak berkembang – saya sedikit takut dengannya, bayangkan betapa bagus dia jika mampu terus berkembang dan mencetak lebih banyak gol. Tahun ini amat hebat untuk kami. Tidak pernah mudah menjuarai Premier League dan impian saya adalah kembali ke sini.”¬†ujar Luiz.